Asam laktat merupakan senyawa organik yang memiliki peran fundamental dalam berbagai proses biologis dan industri. Secara kimiawi, asam laktat dikenal dengan nama sistematis asam 2-hidroksipropanoat, dengan rumus molekul C3H6O3. Senyawa ini termasuk dalam golongan asam karboksilat alfa-hidroksi (AHA), yang dicirikan oleh adanya gugus hidroksil (-OH) pada atom karbon alfa (karbon kedua dari gugus karboksil). Struktur molekulnya terdiri dari rantai tiga atom karbon, di mana satu ujung memiliki gugus karboksil (-COOH) dan atom karbon di tengah terikat pada gugus hidroksil serta satu atom hidrogen dan satu gugus metil (-CH3). Kehadiran gugus karboksil dan hidroksil ini memberikan sifat amfoterik pada asam laktat, memungkinkannya bertindak sebagai donor proton (asam) maupun akseptor proton (basa lemah) dalam kondisi tertentu. Hibridisasi atom karbon pada gugus karboksil adalah sp2, sedangkan dua atom karbon lainnya memiliki hibridisasi sp3, yang berkontribusi pada geometri tetrahedral di sekitar atom karbon tersebut. Ikatan yang dominan dalam molekul asam laktat adalah ikatan kovalen, baik ikatan tunggal maupun ikatan rangkap dua pada gugus karboksil, yang terbentuk melalui berbagi elektron antaratom.Keberadaan pusat kiral pada atom karbon alfa, yaitu atom karbon yang terikat pada empat gugus yang berbeda (gugus karboksil, gugus hidroksil, gugus metil, dan atom hidrogen), menjadikan asam laktat memiliki dua stereoisomer atau enansiomer. Kedua enansiomer ini adalah L-(+)-asam laktat dan D-(-)-asam laktat, yang merupakan bayangan cermin satu sama lain dan tidak dapat ditumpangkan. L-(+)-asam laktat adalah bentuk yang paling umum ditemukan dalam sistem biologis, seperti pada otot mamalia setelah aktivitas fisik intens, dan merupakan produk fermentasi laktat oleh bakteri tertentu. Sementara itu, D-(-)-asam laktat...